Penyakit Sapi Gila

Apa yang muncul di pikiran anda ketika mendengar nama penyakit ini? Seperti lelucon bukan. Sayangnya jika terjadi pada tubuh kamu bukalah sebuah lelucon. Peyakit sapi gila tidak sebercanda namanya. Dilansirnya dari alodokter.com  mad cow diesese atau dIsebut dengan penyakit sapi gila adalah penyakit yang menyerang saraf otak dikarenakan mengonsumsi daging sapi  yang telah terserang penyakit ini terlebih dahulu. Pada sapi pnyakit ini dinamakan bovine spongiform encephalopathy (BSE) sedangkan pada mnausia penyait ini diberi nama variant creutzfeldt-jakob dieses (vCJD).

Cara kerja penyakit ini adalah dengan cara menginfeksi protein yang ada pada otak. Setelah bakteri akan menyebar masuk aliran darah dan menginfeksi ke seluruh tubuh sapi. Manusai dapat tertular penyakit melalui konsumsi daging sapi yang telah terinfeksi penyakit sapi gila ini. Penyakit juga dapat ditularkan  melalui transfusi darah atau donor organ dari pasien penderita penyakit sapi gila, dan melaui jarum suntik yang tidak disterilkan yang sebelumnya dipakai oleh penerita penyakit ini.

READ  Penyakit Amenorea Dan Cara Pengobatannya

Penyakit sapi gila dapat dilihat tanda-tandanya yaitu berupa perubahan emosi pada penderita penyakit sapi gila. Perasaan cemas, depresi, dan gangguan tidur akan menghampiri di awal peyakit ini meyerang tubuh. pada 4 bulan selanjutnya penderita akan mengalami kerusakan saraf dengan gejala-gejala : myoclonus atau sulit untuk mengontrol gerakan otot, tubuh bergetar (tremor), penururnan daya ingat dan kemmapuan berpikir atau dimensia, serta kehilangan kontrol atau koordinasi antar anggota tubuh (ataksia).

Akibat akhirnya adalah kelumpuhan total pada tubuh dan tidak bisa berkomunikasi. Pada umumnya penderita hanya sanggup bertahan 12-14 bulan setelah munculnya gejala untuk pertama kali. Selajutnya penderita akan meninggal dengan komplikasi, rata-rata berupa infeksi paru-paru.

Apabila pada tubuh muncul tanda-tanda speerti yang disebutkan tadi sebaiknya cepat diperiksakan ke dokter. Dokter akan melakukan serangkaian tes untuk mendiagnosa penyakit ini antara lain dengan cara MRI untuk mengetahui gambaran detail kondisi otak, biopsi amandel untuk mengetahui keberadaan protein yang menyebabkan penyakit. Lumbal fungsi untuk mengetahui posisi protein di ciaran otak dan tulang belakang penderita.serta tes EEG (elektroensefalografi) bertujuan untuk mengetahui aktivitas listrik otak yang dirasa tidak normal pada otak.

READ    Penularan Penyakit Sapi Gila

Untuk penyembuhan tootal belum diketahui solusi apa yang bisa ditempuh namun dokter akan memberikan resep obat untuk mengurangi dan mengendalikan gejala yang ditimbulkan penyakit ini yaitu : obat mengandung opiod untuk meredakan nyeri, obat antidepresan untuk mengerungai dan mengatasi cemas serta depresi, obat yang mengandung clonazepam dan sodium valproate untuk mengurangi tremor dan myoclonus.

Apabila keadaan tambah parah pasien akan dipakaikan infus untuk memasukkan makanan ke dalam tubuh. untuk itu sebelum tubuh terserang penyakit alangkah baiknya kita meghindarinya terlebih dahulu. Cara-cara yang dapat dilakukan menurut halodoc.com :

  • Perhatikan asal daging sapi yang ingin dikonsumsi. Ada banyak negara penhasil daging sapi tapi perlu diktahui tidak smeua dahing sapi meemnuhi standar kelayakan khsususnya pada negara-negara dengan penderita penyakit sapi gila yang banyak seperti Inggris, Spanyol Amerika, Belanda, Italia, Portugal, Jepang Arab Saudi, Taiwan, Irlandia, dan Prancis.
  • Tidak menerima darah atau organ tubuh dari penderita penyakit sapi gila. Pihak rumah sakit dan pasien harus cerat dalam memilih sumbangan darah dan organ untuk kebutuhan operasi. Darah dan organ bagian tubuh penderita penyakit akan menular ke tubuh pasien lain. namun untuk penularan melalui kontak  belum ditemukan.
READ  Peran Dokter Umum dan Kemampuan yang Dimilikinya dalam Penanganan Medis

 

 

Sumber Alodokter.com