Penyakit Aneurisme

 

Otak adalah pengendali tubuh dan berperan penuh akan kesadaran kita. Didalam otak terdapat pembuluh darah yang mengedalikan nutrisi dan oksigen kedalam otak. Namun swaktu-waktu pembuluh darah bisa memgalami pelemahan sedangkan darah tetap mengalir. Tekanan darah yang mengalir di dalam darah menyebabkan dinding menjadi tidak elastis dan tidak siap menerima tekanan yang begitu besar dari darah. Sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah. Di dalam dunia kedokteran pelebaran pembulu darah ini disebut dengan penyakit aeurisma otak.

Menurut halodoc.com Penyakit  Aneurisma adalah pembesaran pembuluh darah pada otak dikarenakan dinding pembuluh darah yang terlalu lemah saat menerima tekanan darah yang mengalir di dalamnya. Sewaktu-waktu pembuluh darah dapat pecah dan menyebabkan pendarahan subarachnoid pada otak. Kondisi ini sangat berbahaya bagi tubuh dan diperlukan penanganan lebih serius. Semua orang bisa terserang penyakit ini namun biasanya yang lebih beresiko adalah wanita dengan umur 40 tahun ke atas.  Pembengkakan dan pecahnya pembuluh darah biasanya terjadi pada bagian dinding pembuluh darah yang terletak dipercabangan atau persimpangan dan memang dasarnya dinding darahnya lemah.

READ  Pantangan asam urat

Gejala penyakit aneurisma pada otak berbeda-beda berdasarkan tingkat keparahannya menurut alodokter.com yaitu merasakan pusing, terasa nyeri disekitaran mata, susah untuk berkonsentrasi atau menderita daya ingat jangka pendek, mengalami gangguan penglihatan, kelopak mata menjadi sayu atau turun, mengalami gangguan berbicara, dan memiliki keseimbangan yang buruk.

Untuk kasus yang lebih parah penderita bisa mengalami pembocoran darah pada otak. Sebelum terjadi biasanya kepala akan mengalami pusing yang sangat parah dalam waktu yang tiba-tiba. Jika telah terjadi pembocoran darah pertanda jika penyakit ini menjadi lebih parah dan lebih serius.

Apabila aneurisma otak telah mengalami perpecahan atau pecah muncul beberapa gejala yaitu : merasakan bagian leher menjadi kaku, merasa mual dan muntah, gangguan penglihatan seperti mata kabur atau penglihatan menjadi ganda, kehilangan kesadaran diri, mengalami sakit kepala yang sangat parah, sensitif terhadap cahaya, mengalami kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh atau tungkai, serta badan menjadi kejang-kejang.

READ  Penyakit Sapi Gila

Melemahnya dinding pembuluh darah belum dapat dipastikan secara akurat apa penyebabnya, namun ada beberapa dugaan yang bersangkutan dengan penyakit berdasarkan hellosehat.com ini yaitu :

  1. Jenis kelamin. Wanita beresiko dua kalu lebih besar mengalami pelemahan pembuluh darah. Dugaan dikarenakan oleh penurunan kadar hormon esterogen di dalam tubuh setelah masa monopause.
  2. Usia di atas 40 tahun. Dalam rentang usia ini sangat rentan pembuluh mengalami pelemahan dan pecah akibat tekanan dari darah. Menurunnya fungsi tubuh dan melemahnya organ-organ tubuh menjadi salah satu penyebabnya.

 

  1. Memiliki penyakit tekanan darah tinggi. Penderita tekanan darah tinggi diwaspadai bisa terserang penyakit anemia aneurisme ini. Selain itu orang dengan berat badan berlebih atau obesitas, pecandu alkohol, suka memakan makanan dan minuman yang mengandung banyak garam, dan kafein juga beresiko terserang penyakit ini.
  2. Mengalami cidera pada kepala. Orang yang pernah mengalami cidera kepala memiliki resiko terserang penyakit ini walaupun peluangnya kecil.
  3. Mengonsumsi obat-obat terlarang kususnya kokain dan alkohol.
  4. Mengalami infeksi darah tertentu seperti arteriosklerosis atau pengerasan arteri dan mengalami penurunan jumlah kadar hormon etrogen setelah monopause.
  5. Memiliki riwayat aneruisma pada otak di daalam keluarga.
  6. Memiliki kondisi medis bawaan seperti sakit ginjal, koartasio aorta, malformasi arteri-vena, dan gangguan pada jaringan tubuh.
READ  Penyakit Amenorea Dan Cara Pengobatannya

Sumber Sehatq.com