Penyakit Amenorea Dan Cara Pengobatannya

Amenorea atau sering disebut dengan amenorrhea menurut alodokter.com adalah kondisi yang terjadi pada perempuan yang belum mengalami haid dan tanda-tanda pubertas dikondisi umur yang seharusnya sudah mengalami tanda-tanda tersebut. kondisi ini lebih merujuk kepada perempuan yang belum mengalami masa haid saat umur yang sudah seharusnya mengalami fase ini atau pada wanita yang tidak mengalami masa haid dalam waktu 90 hari. Normalnyaperempuan yang sudah berumur 13 tahun akan memasuki fase pubertas yang ditandai dengan tumbuhnya payudara, tumbuhnya rambut halus dan mengalami menstruasi.

Ada beberapa gejala amenorea yang dapat diamati yaitu tidak mengalami haid, mengalami sakit kepala, payudara tidak tubuh, mengalami kerontokan rambut, tumbuhnya rambut-rambut pada wajah yang tidak terkendali, mengalamu gangguan pada penglihatan, mengalami perubahan pada suara yaitu suara menjadi lebih berat seperti suara laki-laki, sering merasakan nyeri pada pinggul, tumbuhnya jerawat, dan keluarnya air susu saat tidak sedang masa menysui karena kelebihan kadar prolaktin dalam tubuh.

READ  Penyakit Aneurisme

Penyebab penyakit ameorea adalah atau lebih dicondongkan pada penyebab perempuan tidak mengalami haid adalah saat masa kehamilan, masa meyusui dan saat monopause. Ketiga faktor tersebut merupakan penyebab alami perempuan tidak mengalami masa haid. Berbeda dengan beberapa faktor penyebab berikut yang dapat menghentikan terjadinya masa haid pada perempuan adalah kekurangan hormon gonadotropin releasinghormone atau GnRH yang harusnya mendorong terjadinya haid. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan hormon di tubuh menjadi kurang seperti tubuh yang kekurangan nutrisi. Gangguan makan sering terjadi pada tubuh remaja atau perempuan di umur yang rawan terserang penyakit ini. Namun jika dibiarkan akan berdampak pada proses bilogis tubuh. Akan terjadi perubahan dan kerja tbuh yang awalnya normal menjadi terganggu.

Tubuh yang mengalami perlambatan tumbuh kembang juga menjadi faktor penyebab kenapa tidak terjadi haid pada tubuh. Selain itu pada tubuh terdapat hormon prolaktif yang berlebihan, terdapat tumor pada otak, mengidap sindrom cushing, dan mengalami hiperplasi adrenal kongential pada tubuh.

READ  Gejala Penyakit Sapi Gila

Apabila tubuh terlambat mengalami masa haid atau belum pernah mengalami siklus tersebut diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Ada beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mengetahui tubuh mengidap penyakit amenorea yaitu tes darah. Tes ini bertujuan untuk melihat kelainan kadar hormon yang terjadi di dalam tubuh. Hormon yang harus cermati yaitu hormon esterogen, tiroid,FSH (follicle-stimulating hormone), hormon DHEAS dan hormon testosteron. Pencitraan, yaitu serangkain tes berupa USG,CT –scan atau MRI, bertujuan untuk melihat struktur organ reproduksi dan mengidentifikasi jika terapat tumor yng tumbuh pada kelenjar hipofisis atau pitutary. Selanjutnya tes kehamilan, bagi wanita yang akitf secara seksual dan mengalami penyakit ini maka saran pertama yang disarankan dokter untuk mengetahui penyebabnya adalah dengan melakukan tes kehamilan. Seperti yangdikatakan sebelumnya salah satu faktor alami tubuh yang menghalangi terjadinya siklus menstruasi adalah kehamilan.

READ  Pantangan asam urat

Ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit amenorea, tapi tergantung kepada penyebabya. Rangkaian pengobatan yang disarankan dokter kepada penderita adalah :

  1. Pengurangan kadar hormon androgen pada tubuh apabila penderita mengidap sindrom aovarium polikistik (PCOS).
  2. Penggunaan pil kontrasepsi atau obat-obatan yang dapat memicu hormon pendorong terjadinya haid.
  3. Melakukan terapi insulin hormon esterogen untuk membantu mestabilkan hormon dalam tubuh dan memancing datangnya haid.
  4. Apabila amenorea disebabkan oleh pola hidup yang salah, maka perubahan prilaku dapat menjadi solusinya. Mulai dari sekarang jaga pola makan, pola hidup sehat, mejaga berat badan tetap ideal, mengendalikan dan mengolah stres dengan baik serta olahraga yang teratur.

 

Sumber Alodokter.com