Penularan Penyakit Sapi Gila

 

Apa yang kamu makan akan berdampak pada dirimu. Semua benda yang masuk ke dalam tubuhmu bahkan udara yang ringan sekalipun memberikan dampak pada tubuh. Daging adalah makanan yang umum ditemukan dimana saja. Ada ratusan masakan yang diolah dari daging. Pemakaian daging pada umumnya menggunakan daging sapi. Daging sapi yang layak dikonsumsi berasal dari sapi yang sehat dan layak untuk dikonsumsi. Namun apa jadinya jika diantara daging sapi yang berkualitas tersebut terselip daging sapi yang telah terkontaminasi oleh penyakit? Ada banyak macam penyakit yang dapat ditularkan melalui daging sapi salah satunya adalah penyakit sapi gila. Lalu bagaimana penularan penyakit sapi gila sampai ke dalam tubuh manusia?

Dilansir dari halaman halodo.com penyakit sapi gila adalahpenyakit yang menyerang saraf otak. Nama penyakit ini berbeda pada sapi dan manusia. Jika penyakit menginfeksi sapi namanya disebut dengan bovine spongiform encephalopathy (BSE) dan pada manusia disebut dengan creutzfoeldt-jakob. Penyakit sapi gila menyerang bagian saraf otak sapi melalui protein. Protein yang terdapat dalam otak menyebar keseluruh bagian tubuh sampi ke bagian dalam daging. Sehingga daging yang telah terkontaminasi itu lah yang dapat menyebarkan penyakit sapi gila ini.

READ  Penyakit Sapi Gila

Munculnya penyakit sapi gila pada sapi disebabkan oleh pertumbuhan sel protein yang abnormal. Keberadaan protein ini akan mengganggu proses metabolisme tubuh berakibat pada krusakan saraf. Sapi yang terserang penyakit sapi gila akan menjadi lebih agresif dan sulit untuk dikontrol.

Ada banyak cara penularan penyakit sapi gila selain melalui konsumsi daging telah terkonaminasi penyakit yaitu melalui batuk, kontak seksual dan sentuhan dari penderita. Selain itu seseorang dengan keluarga yang mempunyai riwayat pengidap penyakit sapi gila mempunyai resiko dua kali lebih besar dari orang biasa. Transfrusi darah atau menerima donor organ dari orang yang mempunyai penyakit ini juga akan menularkan penyakit sapi gila ke tubuh yang belum terkontaminasi.

READ  Penyakit Aneurisme

Gejala-gejala yang dirasakan oleh penderita berupa mengalami depresi, gangguan pada penglihatan berupa mata buram atau mengalami kebutaan, susah untuk menelan, sulit tidur,tidak bisa mengontrol gerak tubuh sendiri, sulit untuk berbicara, mengalami perubahan prilaku, gangguan pada pola pikir, ansietas dan kelumpuhan. Apabila gejala semakin parah dan tidak ditangani dengan serius akan terjadi komplikasi pada tubuh. Pederita akan mati dengan komplikasi berupa infeksi paru-paru.

Tanda-tanda yang dimunculkan oleh penyakit sapi gila mirip-mirip dengan gejala penyakit lain untuk itu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah benar tubuh terjangit penyakit sapi gila atau tidak. Ada banyak cara yang dilakukan oleh tenga medis untuk mendiagnosa penyakit sapi gila, yaitu dengan wawancara medis secara detai, pemeriksaan neurologis dan fisis, dan pemriksaan diagnostik tertentu. Pemeriksaan juga dilakukan dengan batuan alat medis yaitu berupa EEG atau elektorensefalogram berupa alat yang dipasangkan ke bagian kepala. Tujuannya untuk mengtahui aktivitas listrik yang terjadi di dalam otak. Apabila penderita memang mengidap penyakit sapi gila akan ditemukan aktivitas listrik yang tidak normal pada tubuh.

READ  Peran Dokter Umum dan Kemampuan yang Dimilikinya dalam Penanganan Medis

Pemeriksaan dengan menggunakan MRI atau magnetic resonance imaging. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendiagnosa kelaianan yang terjadi pada otak. Menggunakan gelombang radio dan medan magent untuk memantau aktivitas otak dan mengidentifikasi jika terjadi sesuatu yang ganjal pada otak.selanjutnya pemeriksaan dengan mengambil cairan spinal pada otak menggunakan jarum suntik. Cairan spinal tersebut akan diperiksa lebih lanjut dan dievaluasi. Pada cairan spinal akan diketahui keberadaan protein abnormla yang menjadi pengganggu pada proses bilogis tubuh.

 

 

Sumber Nationalgeographic.id