Gejala Penyakit Sapi Gila

Namun penyakit ini juga dapat ditularkan kepada manusia. Protein yang terdapat dalam otak sapi terkontaminasi oleh virus penyakit sapi gila, dari protein tersebut menyebar ke seluruh tubuh sampai masuk ke dalam daging. Pada sapi penyakit ini diberi nama bovine spongiform encephalopathy (BSE). Jika menyerang manusia penyakit ini disebut dengan creutzfeld-jakob. Pada sapi penyakit ini membuat sapi yang menderita penyakit sapi gila menjadi lebih agresif dan sangat sulit untuk dikendalikan. Lalu bagaimana jika terjadi pada manusia? Apa saja gejala penyakit sapi gila yang muncul pada tubuh manusia?

Dilansir dari laman klikdokter.com ada beberapa gejala penyakit sapi gila yang bisa diamati seperti penderita mengalami depresi, kesulitan untuk tidur, sulit menelan, sulit berbicara, terjadi perubahan pada kepribadian, mengalami gangguan penglihatan seperti mata menjadi buram atau megalami kebutaan, mengalami ansietas, gangguan pada pola pikir dan sulit untuk mengontrol gerak tubuh.

READ  Pantangan asam urat

Penyebab munculnya penyakit sapi gila pada sapi adalah karena terbentuk jenis protein ynag berbeda dengan yang lainnya. Protein yang berbeda bentuk ini akan menggangu jalannya proses biologis pada tubuh. Manusia akan tertular penyakit yang sama apabila mengonsumsi daging sapi yang menderita penyakit sapi gila ini.

Penyakit sapi gila yang diderita oleh manusia dapat ditularkan kepada manusia lain melalui : batuk, bersin, sentuhan, atau kontak seksual, riwayat penyakit keluaraga. Rata-rata pengidap penyakit sapi gila memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit yang sama. Terkontaminasi oleh darah atau organ yang didapatkan dari penerita penyakit sapi gila.

Gejala-gejala penyebab penyaki sapi gila mirip dengan gejala penyakit demensia, dan alzheimer. Jadi untuk mengetahui tubuh terjangkit penyakit ini diperlukan pemeriksaan lanjut secara medis. Pemeriksaan lebih mendalam sebenarnya dilakukan pada saat otak sudah mati (otopsi). Namun beberapa cara dapat dilakukan dokter pada pasien untuk mengidentifikasi tubuh terserang penyakit sapi gila berupa pemeriksaan fisis dan neurologis, pemeriksaan diagostik tertentu dan wawancara medis secara mendetail.

READ  Penyakit Aneurisme

Selain itu cara-cara lain yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa penyakit sapi gila menurut alodocter.com adalah :

  • Pemeriksaan dengan eletroensefalogram (EEG). Pemeriksaan dengan menggunakan alat yang dipasangkn ke kepala. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui aktivitas listirk pada otak. Pada otak penderita penyakit sapi gila biasanya ditemukan aktivitas otak yang tidak normal.
  • Pemeriksaan cairan spinal. Pemeriksaan dengan mengambil cairan spinal menggunakan jarum lalu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah terdapat protein penyebab penyakit sapi gila pada otak atau tidak.
  • Pemeriksaan dengan magnetic resonance imaging (MRI). Pemeriksaan dengan gelombang radio dan medan magnet yang bertujuan untuk mendiagnosa kelainan yang terjadi pada otak.

Penanganan dan pengobatan yang dilakukan pada pasien penderita penyakit sapi gila difokuskan kepada mrnghilangkan rasa sakit. Karena belum ditemukan obat pasti yang bisa menyembuhkan penyakit ini. Jadi untuk sementara yang bisa dilakukan adalah mengurangi atau mengendalikan gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini. Tindakan pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan steroid, antibiotik, antiviral, dan lainnya.

READ  Manfaatkan Cara Alami Ini Untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Pasien penderita penyakit sapi gila akan mengalami kelumpuhan total pada tubuh sehingga dokter akan memberikan infus untuk memudahkan masuknya makanan ke dalam tubuh. Bagi kamu yang keluarganya mempunyai riwayat penyakit sapi gila sebaiknya segera ditangani sejak dini. Segera konsultasi dengan dokter langkah-langkah apa yang bisa diambli untuk mengruangi resiko terserang penyakit sapi gila.

Sumber Hellosehat.com