Jumat, 03 Maret 2017

Mengapa Senyum Itu Sedekah?

Senyum itu sederhana. Tanpa modal, tanpa kerja keras. Cukup menggerakkan otot wajah.

Tapi tahukah Anda, bahwa apa yang terjadi di balik sebuah senyuman tidak sesederhana senyum itu sendiri. Reaksi biokimia yang terlibat begitu kompleks.

Saat kita tersenyum, terjadi mekanisme yang memicu produksi hormon endorfin dan serotonin. Hormon endorfin adalah morfin legal yang tak perlu dibeli. Hormon ini diproduksi oleh tubuh sendiri. Salah satu manfaatnya adalah meningkatkan rasa nyaman dan mengurangi rasa sakit. Sedangkan hormon serotonin berfungsi menciptakan rasa bahagia.

BTW, kedua hormon di atas juga melimpah pada orang yang sedang jatuh cinta lho :)

Lalu bagaimana jika hati kita lagi gundah gulana, lalu kita memaksakan diri tersenyum?

Jangan khawatir. Mekanisme produksi hormon endorfin dan serotonin tetap terjadi. Efeknya barangkali lebih dahsyat. Karena senyum yang dipaksakan pada akhirnya akan mengobati hati yang sedang gundah gulana. 

Trus, apa hubungannya dengan kalimat “senyum itu sedekah”?

Salah satu sifat senyum adalah mudah menular.  Ketika kita tersenyum pada orang lain, maka kemungkinan besar orang tersebut ikut tersenyum. Bahkan walaupun hati mereka sedang ga mood. 

Nah saat orang tersebut ikut tersenyum, tubuhnya akan memproduksi kedua hormon positif di atas.  Jika ia sedang ga mood, perasaan ini akan berkurang bahkan menghilang. Luar biasa bukan. 

Senyum tak hanya membahagiakan. Tapi juga dapat mengurangi kadar hormon jahat seperti kortisol dan adrenalin. Hormon ini sering dikaitkan dengan penyakit gula dan tekanan darah tinggi. Selain itu, senyum juga dapat memperkuat kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit. 

So, mari tersenyum. Dan mari bersedekah dengan senyuman.

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar:

BACA JUGA

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.