Senin, 20 Februari 2017

Test Pack Sebelum Telat Haid

Barangkali ada di antara para Pembaca sekalian yang bertanya, bolehkah melakukan test pack sebelum telat haid?

Jawabannya, boleh-boleh saja.

Test pack kehamilan bukanlah pemeriksaan yang mengintervensi jaringan atau organ tubuh. Tes ini hanya menggunakan air kencing sebagai obyek pemeriksaan. Oleh karena itu, hampir tidak ada resiko langsung bagi ibu.

Paling banter resiko biaya. Tapi ini juga tidak terlalu signifikan. Saat ini tersedia test pack seharga 3 ribu perak.

Walaupun tanpa resiko, masalahnya adalah, adakah manfaatnya melakukan test pack sebelum haid?

Sebelum sampai ke jawaban, ada baiknya kita bahas lebih dahulu informasi seputar cara kerja test pack kehamilan.

Test pack bekerja mendeteksi hormon kehamilan, yaitu HCG atau hormon chorionic gonadotropin.


Tempat produksi HCG adalah plasenta bayi. Pada awal pembuahan, jaringan plasenta yang terbentuk sangat kecil, oleh karena itu jumlah HCG juga sangat rendah. Seiring dengan bertambahnya waktu dan membesarnya plasenta, jumlah HCG akan ikut meninggi. Diperkirakan kadar HCG meningkat dua kali lipat setiap 3 hari. Peningkatan berlangsung terus hingga mencapai puncaknya, yaitu antara bulan kedua dan ketiga kehamilan. Lalu kemudian berangsur-angsur menurun.

Fungsi HCG adalah untuk mempertahankan keberadaan hormon progesteron. Hormon ini mempunyai fungsi penting dalam kehamilan, yaitu membantu pertumbuhan pembuluh darah di dinding rahim dan plasenta. Dengan demikian, menjamin suplai gizi dan oksigen bagi janin.

Sebagai informasi saja, HCG lah bertanggung jawab terhadap gejala ngidam dan muntah pada ibu hamil.

Salah satu keunikan HCG adalah tidak hanya beredar di dalam darah, tapi juga keluar bersama air kencing. Rupanya hormon ini dapat melewati membran penyaring ginjal.

HCG yang ada di dalam air kencing inilah yang menjadi sasaran deteksi test pack. Tetapi, test pack hanya dapat memberikan hasil positif jika HCG dalam urin kadarnya cukup banyak, yaitu sebesar 20 mili internasional unit per mililiter air kencing.

Nah kapankah waktunya sehingga kadar HCG mencapai angka tersebut?

Hasil penelitian berikut mungkin bisa jadi pijakan. Walaupun di dunia nyata, kadar HCG setiap ibu bisa bervariasi.

Jika yang diambil sebagai patokan perhitungan adalah hari yang diperkirakan oleh ibu sebagai hari haidnya, maka:

1. 25% kehamilan dapat terdeteksi 6 hari menjelang hari perkiraan haid
2. 33% kehamilan dapat terdeteksi 5 hari menjelang hari perkiraan haid
3. 42% kehamilan dapat terdeteksi 4 hari menjelang hari perkiraan haid
4. 68% kehamilan dapat terdeteksi 3 hari menjelang hari perkiraan haid
5. 81% kehamilan dapat terdeteksi 2 hari menjelang hari perkiraan haid
6. 93% kehamilan dapat terdeteksi 1 hari menjelang hari perkiraan haid
7. 96% kehamilan dapat terdeteksi pada hari perkiraan haid
8. 99% kehamilan dapat terdeteksi setelah satu hari dari hari perkiraan haid.

Informasi di atas dapat kita jadikan landasan untuk menjawab pertanyaan di awal artikel ini, yaitu adakah manfaat melakukan test pack sebelum telat haid?

Jawabannya, ada manfaatnya. Tapi menyisakan kemungkinan kehamilan tidak terdeteksi dengan tepat. Semakin menjauhi hari perkiraan haid, semakin rendah ketepatannya.

Waktu yang ideal adalah satu hari sampai satu minggu setelah telat haid.

Oh ya satu lagi, walaupun pemeriksaan sebelum telat haid menunjukkan hasil positif, tetapi garis yang dihasilkannya biasanya samar-samar. Penyebabnya adalah, kadar HCG masih rendah.

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Berhubungan intim dimasa subur, terus 3hari dia mulai mual sama pusing gejalanya seperti penyakit, setelah minum obat mual hasilnya ia tidak mual kembali,dicek pake tespek hasilnya negatif,dia belum telat datang bulan masih sekitar 2 minggu, apa itu bisa disebut gejala hamil?

BACA JUGA

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.