Kamis, 23 Februari 2017

Obat Tradisional Penurun Panas Anak

Mereka yang punya anak balita pasti tahu kenyataan ini. Dalam setahun, ada saja masa dimana anak mereka terkena demam. Kadang-kadang plus batuk dan pilek.

Coba Anda tebak, apa tindakan orang tua dalam mengatasi demam anak.

Sebagian besar akan ke toko obat atau apotik membeli obat penurun panas. Biasanya yang mengandung parasetamol atau ibuprofen.

Aturan pakai kedua jenis obat itu adalah 3 kali sehari. Artinya diberikan per 8 jam. Masalahnya, jika demam anak sangat tinggi, parasetamol atau ibuprofen kadang-kadang tak tahan lama. Setelah 3 atau 4 jam, anak kembali panas. Padahal jadwal pemberian obat berikutnya belum tiba.

Bagaimana solusinya?

Kita bisa melakukan kompres hangat. Hanya saja, tindakan ini cukup ribet. Anak juga kerap menolak jika dikompres. Entah mungkin merasa aneh.

Sebenarnya, ada obat tradisional yang ampuh menurunkan panas anak. Walaupun tradisional, obat ini telah terbukti secara empiris selama berabad-abad.

Apa itu?

Bawang merah.

Ambil satu atau dua siung bawang merah. Iris tipis. Boleh juga tidak diiris, tapi dihancurkan atau diparut. Ada juga yang melumatnya dengan diinjak. Tapi cara terakhir ini tidak saya sarankan.

Setelah itu, campur dengan minyak goreng atau minyak lain, misalnya minyak telon, minyak gosok, atau minyak urut.

Balurkan ke sekujur tubuh anak, terutama di bagian ketiak dan lipat paha. Ulangi tiga kali sehari.

Memang baunya rada tidak sedap. Tapi tak mengapa dibandingkan rasa bahagia melihat anak bebas dari demam.

Oh ya, satu lagi.

Selain sebagai penurun panas, bawang merah juga mampu mengurangi pilek dan dahak. Rahasianya ada pada kandungan bawang merah yang berfungsi sebagai penghancur lendir. Lendir di hidung kita sebut pilek, lendir di saluran napas kita sebut dahak.

Sekian, semoga bermanfaat ...

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar:

BACA JUGA

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.