Jumat, 24 Februari 2017

Menyusui Merupakan KB Alami

Mungkin kita agak heran jika ada yang mengatakan bahwa menyusui dapat menjadi salah satu cara ber-KB. Bagaimana mungkin? Bukankah proses menyusui tujuan utamanya untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi.

Tetapi, metode menyusui sebagai cara KB alami benar-benar ada. Bukan hoax.

Di dunia medis metode ini disebut sebagai metode amenorrhea laktasi. Badan kesehatan dunia WHO juga memasukkan metode ini sejajar dengan metode ber-KB lainnya, seperti pil, suntik, atau AKDR.

Tetapi cara kb dengan metode menyusui tidak sesederhana yang kita bayangkan. Ada syarat yang mesti dipenuhi agar KB menyusui bisa berhasil dan ibu tidak kebobolan.

Syarat pertama, ibu harus memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Caranya dengan memberikan ASI kapanpun bayi butuh. Siang ataupun malam. Selain itu, tidak boleh memberikan makanan atau minuman tambahan kepada bayi. Bahkan air putih sekalipun.

Cara pemberian ASI juga perlu diperhatikan. Hendaknya ibu secara langsung menyusui bayinya. Bagi mereka yang bekerja dan terpaksa memompa ASI, tidak dianjurkan menggunakan metode KB ini.

Syarat kedua, KB dengan metode menyusui hanya efektif selama 6 bulan sejak melahirkan. Setelah lewat masa itu, ibu harus memilih cara KB lain.

Syarat ketiga, dalam masa 6 bulan usia bayi, ibu tidak mengalami haid. Jika ada haid, maka harus segera melakukan metode KB lain.

Jika ketiga syarat di atas terpenuhi, keberhasilan KB dengan metode menyusui bisa sampai 98%. Artinya, kemungkinan gagal hanya 2 orang dari 100 orang ibu yang melakukan metode ini.

Tapi jika ada salah satu syarat yang dilanggar, keefektifan metode menyusui ini akan turun. Dengan kata lain, kemungkinan hamil lebih besar. Untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, hendaknya ibu segera memakai cara KB yang lain.

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar:

BACA JUGA

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.