Minggu, 29 Januari 2017

Buerger Disease, Penyakitnya Para Perokok

Walaupun sekilas namanya mirip, penyakit ini tak ada hubungannya dengan roti burger.

Nama Buerger diambil dari nama orang yang melaporkan pertama kali penyakit ini, yaitu Leo Buerger, pada 1908.

Asap Rokok

Tanda utama Buerger disease atau penyakit buerger adalah penyumbatan pembuluh darah di kaki dan tangan.

Akibat penyumbatan bisa ditebak, yaitu matinya jaringan di hilir sumbatan. Jari tangan dan kaki akan menghitam, membusuk, lalu lepas.

Tak hanya itu, penderita akan merasakan nyeri yang sangat menyiksa.

Mengapa bisa muncul sumbatan? Jawabannya belum diketahui pasti. Tetapi diduga berhubungan dengan kebiasaan merokok.

Kandungan asap rokok yang masuk ke dalam darah memicu iritasi dinding pembuluh darah, disusul dengan pembengkakan dan penyumbatan aliran darah.

Pada kenyataannya tidak semua perokok terkena penyakit Buerger.

Diduga faktor genetik ikut berperan. Itulah sebabnya, orang dengan karakter genetik tertentu saja yang mengalami penyakit ini.

Stop Total

Mengatasi penyakit Buerger bukan perkara gampang.

Obat-obat seperti antiperadangan dan pengencer darah diketahui tidak efektif menghadapi penyakit ini.

Saat ini, cara terbaik adalah berhenti merokok atau stop berkontak dengan semua produk tembakau, termasuk tembakau kunyah. Secara total.

Kadang-kadang perlu dilakukan amputasi untuk membuang jaringan yang rusak. Tentunya ini sangat tidak menyenangkan, tetapi seringkali terpaksa dilakukan.

Walaupun jarang, penyakit Buerger dapat menjadi dasar berkembangnya penyakit lain yang berbahaya, misalnya infeksi darah. Kondisi ini,  jika tidak ditangani dengan baik, bisa fatal akibatnya.

Oleh karena dampak yg tidak main-main, maka sebaiknya bagi perokok sangat dianjurkan berhenti. Karena tidak diketahui, siapa saja yang akan terkena penyakit Buerger akibat asap rokok yang diisapnya.



Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar:

BACA JUGA

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.