Kamis, 03 November 2016

Sejarah Virus Zika

Virus Zika
Sejarah virus Zika bermula dari salah satu negara di Afrika, yaitu Uganda. Virus ini mulai dikenali pada 1947. Saat itu, infeksi diketahui hanya terjadi pada monyet. Baru setelah lima tahun, virus Zika diketahui juga ternyata dapat menginfeksi manusia.

Setelah penemuan pertama kali, wabah Zika teridentifikasi terjadi di banyak negara di Afrika, Asia, Amerika, dan kawasan Pasifik. Pada dekade 1960an hingga 1980an, infeksi Zika pada manusia kebanyakan ditemukan di Benua Afrika dan Asia.

Virus Zika di Indonesia pertama ditemukan pada dekade 1970an di pulau Jawa. Tetapi penyakit ini tidak begitu mendapat perhatian karena sifatnya ringan dan sembuh dengan baik.

Wabah yang paling parah terjadi di Negara Mikronesia di Kepulauan Pasifik pada 2007. Sampai saat itu, virus tersebut belum begitu mendunia beritanya.

Baru pada 2015, ketika wabah zika terjadi di Brazil dihubungkan dengan gangguan pertumbuhan janin, virus Zika menjadi buah bibir di segenap pelosok bumi. Pada kasus Zika Brazil diketahui bahwa ibu hamil yang terinfeksi zika, kemungkinan akan memiliki janin yang berkepala kecil (mikrosefali).

Selain membuat kepala dan otak janin mengecil, virus Zika juga diduga menyebabkan penyakit saraf berupa mati rasa di kedua tangan dan kaki. Di dunia medis, penyakit ini disebut sebagai Guillain-Barré Syndrome. Untuk penyakit yang terakhir ini, biasanya bersifat sementara dan sembuh dengan baik.

Virus Zika berkerabat dekat dengan virus Dengue, penyebab penyakit demam berdarah. Saking dekatnya, bentuknya pun mirip. Selain itu, kedua virus juga ditularkan oleh nyamuk yang sama yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit yang ditimbulkannya pun mempunyai gejala yang mirip.

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar:

BACA JUGA

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.