Rabu, 19 Oktober 2016

Dilema Mengobati Anyang-Anyangan Pada Pengantin Baru (Review Uri-Cran)

Sudah tak terhitung jumlah pasangan pengantin baru yang datang untuk berkonsultasi mengenai anyang-anyangan. Riwayatnya mirip-mirip. Baru saja menikah dan menjalani malam pertama, lalu pengantin wanita mengeluh sakit saat buang air kecil, kencing sering tapi sedikit, bahkan ada yang sampai mengalami demam disertai sakit kepala.

Dari riwayat, ditambah hasil pemeriksaan fisik berupa nyeri tekan di area perut bagian bawah, sudah bisa diduga bahwa pengantin wanita menderita infeksi saluran kemih. Di dalam dunia medis kondisi ini disebut honeymoon cystitis. Terjemahan bebasnya adalah, infeksi kandung kencing saat bulan madu.

Mengapa infeksi tersebut terjadi?

Pertama, ada bakteri yang masuk lalu menginfeksi kandung kencing. Bakteri yang paling sering menerobos adalah Eschericia coli. Sebenarnya bakteri ini normal ada di usus manusia. Tapi kalau sudah berpindah tempat, misalnya pada kasus ini menyelinap masuk ke kandung kencing, E. coli akan menimbulkan penyakit.

Kedua, pada wanita urethra atau saluran antara kandung kencing dan dunia luar sangat pendek. Hanya sekitar 2,5 – 4 cm. Bandingkan dengan urethra pria yang panjangnya berkisar 20 cm. Akibat dari pendeknya urethra ini bisa ditebak. Bakteri tidak perlu bersusah payah dan tidak perlu jauh-jauh berjalan untuk sampai ke kandung kencing dan menimbulkan masalah di sana.

Bagaimana cara mengatasi anyang-anyangan jika terlanjur terjadi?

Dokter biasanya menganjurkan banyak minum. Tujuannya adalah agar volume kencing lebih banyak. Nah lho, apa hubungan volume kencing dengan anyang-anyangan? Jika volume kencing banyak, sebagian bakteri yang ada di kandung kencing dan urethra akan terbilas keluar.

Tetapi, anjuran banyak minum saja tidak cukup. Hal ini karena tidak semua bakteri terbilas keluar, tetap ada yang tersisa. Oleh karena itu, dokter memberikan antibiotik untuk membasmi bakteri yang tersisa tersebut.

Hanya saja pada pengantin baru, pemberian antibiotik menimbulkan dilema. Mengapa?

Antibiotik dapat berdampak buruk bagi janin yang baru tumbuh, dan tidak ada yang bisa menjamin bahwa pengantin baru tersebut tidak hamil. Strip uji kehamilan sekalipun sulit untuk mendeteksi kehamilan yang pembuahannya baru terjadi satu atau dua hari.

Kondisi di atas bak makan buah simalakama. Tidak pakai antibiotik, anyang-anyangan tidak tuntas. Pakai antibiotik, janin akan terdampak.

Untungnya saat ini, pengantin baru yang anyang-anyangan tak perlu lagi makan buah simalakama, cukup buah cranberry.

Mengapa buah cranberry?

Buah cranberry kaya antioksidan, salah satunya adalah proanthocyanidins. Antioksidan ini mampu menangkap bakteri E. coli yang berniat menempel ke dinding kandung kemih dan dinding saluran kemih. Karena tak menempel, maka dengan mudah bakteri terbilas keluar sebelum menimbulkan penyakit.

Buah Cranberry (Vaccinium oxycoccos)

Manfaat buah cranberry mencegah infeksi saluran kemih tidak hanya isapan jempol, tapi sudah dibuktikan secara ilmiah melalui sebuah penelitian terpercaya. Penelitian tersebut berjudul “Cranberry juice capsules and urinary tract infection post surgery: Results of a randomized trial”, terbit di American Journal of Obstetrics and Gynecology.

Masalahnya, mencari buah cranberry di Indonesia bukan perkara gampang. Untungnya, produsen obat yang sudah terkenal, PT. Combhipar memproduksi cranberry berbentuk ekstrak dalam kemasan kapsul. Namanya Uri-Cran. Walaupun dalam bentuk ekstrak, khasiatnya tak berbeda dengan buah cranberry segar.

Kapsul Uri-Cran produksi PT. Combiphar

Satu kapsul Uri-Cran mengandung 250 mg ekstrak buah cranberry. Cara minumnya adalah 1-2 kapsul per hari. Setiap box berisi 30 kapsul.

Karena Uri-Cran sudah terbukti secara klinis mampu mengatasi anyang-anyangan, maka dianjurkan bagi pengantin baru, ibu hamil, atau siapa saja yang mengalami anyang-anyangan untuk mengkonsumsi Uri-Cran.

Uri-Cran, berkhasiat, aman bagi ibu, aman bagi janin.

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar:

BACA JUGA

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.