Selasa, 05 Juli 2016

Mengapa Penderita HIV Harus Minum Obat Seumur Hidup

Anda sudah pasti tahu. Saat kemarau panjang, danau akan mengering. Tapi begitu turun hujan, beberapa hari kemudian ikan bermunculan, entah dari mana.

Begitu pula HIV, saat minum obat virus seolah-olah lenyap dari darah. Begitu obat dihentikan, virus muncul lagi. Itulah sebabnya, penderita HIV harus minum obat seumur hidupnya.

Untuk memahami fenomena ‘lenyap’ ini perlu kita ketahui proses perkembangbiakan virus. Proses tersebut cukup canggih. Mulanya virus bertemu secara kebetulan dengan sel target, yaitu limfosit T manusia. Lalu virus menempel, melubangi, dan memasukkan materi genetiknya (RNA) ke sel target. Dengan menggunakan perangkat produksi milik tuan rumah, materi genetik virus memicu produksi virus HIV.

Tak hanya itu, materi genetik virus memotong lalu menggabungkan diri dengan materi genetik (DNA) sel target. Jika sudah menyatu, sangat sulit membedakan mana materi genetik milik virus dan mana milik tuan rumah. Celakanya, sekali waktu saat kondisi mendukung, materi genetik virus akan aktif untuk memproduksi virus HIV baru.

Obat HIV yang ada saat ini belum ada yang bekerja tuntas. Rata-rata obat hanya mampu membunuh virus yang berkeliaran. Belum ada obat yang dapat membasmi materi virus yang bersembunyi di dalam DNA sel manusia.

Walaupun obat tidak bisa menghabisi sampai ke akar-akarnya, bukan berarti minum obat HIV itu sia-sia. Obat mampu mengurangi secara drastis virus yang wara-wiri di dalam darah. Efeknya, risiko untuk menularkan HIV ke orang lain menurun. Juga risiko mengalami komplikasi turut berkurang.

Syaratnya, tak boleh jeda minum obat. Mesti selamanya, selama hayat di kandung badan.



Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar:

BACA JUGA

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.