Senin, 27 Juni 2016

Jangan Kaget, Inilah Obat untuk Kebiri Kimia

Jagad hukum Indonesia heboh. Pemicunya, Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres perihal pemberian hukuman tambahan berupa kebiri kimia bagi penjahat seks.

Mungkin sebagian kita membayangkan, proses pengebirian begitu mengerikan, dengan obat yang tak kalah seram.

Tapi ternyata, obat kebiri kimia tak seseram yang kita bayangkan. Obat tersebut termasuk kategori biasa dan sudah lama beredar. Baik di apotik atau pun di tempat praktek bidan nun jauh di pelosok.

Nama obat tersebut adalah DMPA. Singkatan dari depot medroxyprogesterone acetate. Merk dagangnya antara lain Depo Provera.

Obat ini sebenarnya adalah obat KB golongan hormon progestin. Cara pemberiannya adalah dengan menyuntikkan ke otot bokong setiap 3 bulan.

Bagi wanita, sebagai obat KB, DMPA mempunyai fungsi utama sebagai pencegah kehamilan. Caranya yaitu dengan mencegah pelepasan sel telur dari indung telur, mengentalkan cairan di muara mulut rahim sehingga sp3rma sulit masuk, dan mencegah penipisan dinding rahim sehingga proses menghalangi proses tertanamnya sel telur yang sudah dibuahi.

Tetapi jika digunakan untuk kaum pria, fungsi DMPA berubah total. Obat ini akan menekan hormon kejantanan, sehingga hasrat seksualnya bisa lebih terkendali. Saat sudah adem, doktrin perilaku seksual yang benar lebih mudah masuk. Alhasil, kebiasaan penyerangan seksual diharapkan hilang saat sudah bebas dari hukuman.

Dibalik manfaatnya itu, DMPA menyimpan potensi efek samping. DMPA memicu penimbunan lemak sehingga meningkatkan risiko kegemukan, penyakit kolesterol, dan penyakit jantung. Obat ini juga dapat mengeroposkan tulang. Akibatnya tulang mudah patah. Semakin lama penggunaan, semakin besar kemungkinan efek samping muncul.

Walaupun manfaatnya tidak dapat dipungkiri, penggunaan DMPA sebagai obat kebiri kimia perlu memerlukan pertimbangan bijaksana mengingat resikonya.

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar:

BACA JUGA

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.