Sabtu, 26 Maret 2016

Bahaya Hamil Di Luar Kandungan

Lazimnya, hamil itu di dalam kandungan. Tempat inilah yang ditakdirkan bagi janin untuk tumbuh kembangnya.

Sebutan lain kandungan adalah rahim. Sedangkan di kalangan medis kandungan disebut uterus.

Tetapi, dunia adalah tempatnya anomali. Walaupun janin sudah disediakan tempat yang cocok, tetap saja ada kasus yang nyleneh. Kehamilan terjadi di luar kandungan.

Bukan salah siapa-siapa. Tapi tampaknya sudah ketentuan dari sananya.

Lokasi yang menjadi tempat janin berkembang diluar kandungan sangat beragam. Bisa di tuba fallopi, leher rahim, indung telur, bahkan di dalam rongga perut. Tentu saja lokasi favorit adalah tuba fallopi. Sebabnya karena setelah terjadi pembuahan normal di saluran tersebut, sel telur nyangkut dan gagal turun ke kandungan.

Bahaya hamil di luar kandungan adalah perdarahan dalam.

Mengapa bisa terjadi demikian?

Janin yang terus membesar lama-lama akan merobek jaringan di sekitarnya. Tentu saja pembuluh darah ikut robek. Perdarahan biasanya hebat dan menyebabkan ibu kehabisan darah. Bisa ditebak akhir ceritanya.

Jurus untuk mengatasi hamil di luar kandungan agar tidak membuat ulah setidaknya ada tiga:

Pertama, pertumbuhan janin dipantau, siapa tahu janin mati dengan sendirinya karena kekurangan nutrisi. Kedua, membunuh janin dengan paksa, yaitu dengan memberi obat metotreksat. Ketiga, melakukan pembedahan untuk mengelurkan janin.

Mungkin ada pembaca yang protes, koq tega banget janinnya dibunuh.

Tanpa dibunuh pun kecil kemungkinan janin bisa bertahan. Malah jika dibiarkan, nyawa ibu terancam sewaktu-waktu. Tindakan medis di atas yang terkesan 'kejam' tersebut bertujuan menyelamatkan Ibu.

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar:

BACA JUGA

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.