Jumat, 29 Januari 2016

Sianida, Mengapa Begitu Mematikan?

Racun sianida tengah naik daun. Tentu saja penyebabnya adalah kasus kopi beracun di mall besar di jantung ibukota. Tidak hanya itu, tingkat kerumitan kasus tersebut turut menyumbang bagi ketenaran racun sianida.

Tetapi biarlah kasus tersebut menjadi urusan yang berwajib.

Kita hanya akan membahas mengapa racun sianida begitu mematikan dalam waktu singkat. Bahkan dengan dosis yang sangat kecil. Hanya dibutuhkan dosis 90-100 mg untuk membunuh orang dewasa.

Sesaat setelah masuk ke dalam tubuh, racun sianida akan diserap dari usus dan masuk menuju aliran darah dan beredar di seluruh tubuh. Racun ini kemudian membajak berbagai macam enzim dalam sel. Salah satu enzim penting yang terdampak adalah enzim sitokrom oksidase. Enzim ini berperan dalam rantai pernapasan sel.

Akibat enzim tidak berfungsi, maka oksigen tidak bisa digunakan dan sistem pernapasan sel tidak mampu menghasilkan energi (dalam bentuk adenosine triphosphate – ATP). Padahal, semua organ tubuh membutuhkan energi setiap saatnya agar bisa berfungsi. Ada dua organ yang membutuhkan energi dalam jumlah besar dalam waktu singkat yaitu jantung dan otak. Ketika pasokan energi berhenti, maka kedua organ ini akan segera rusak. Bisa dibayangkan jika jantung berhenti memompa dan otak berhenti bekerja.

Walaupun agak berbeda, kematian akibat racun sianida hampir sama cepatnya dengan kematian orang yang kekurangan oksigen, misalnya akibat dibekap atau masuk ke dalam sumur tua yang tak ada oksigennya. Atau orang menghidupkan mobilnya berjam-jam dalam garasi sementara ia tertidur pulas di dalamnya sehingga karbon monoksida dari knalpot meracuni darahnya.

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar:

BACA JUGA

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.