Minggu, 31 Januari 2016

Senjata Mematikan Bakteri Tetanus

Setiap bakteri penyebab penyakit mempunyai metode atau senjata sendiri-sendiri. Bagi bakteri tetanus, Clostridium tetani, senjata mematikannya adalah racun tetanospasmin. Racun ini adalah racun terkuat nomor dua di dunia. Racun terkuat nomor satu akan Kita bahas pada postingan berikutnya. InshaaAllah.

Ketika spora bakteri tetanus masuk ke dalam luka, dengan segera ia berubah menjadi bentuk aktif. Selama perkembangannya di dalam luka, terutama luka yang dalam dan tertutup, bakteri tetanus akan memproduksi dua macam racun, yaitu tetanospasmin dan tetanolisin. Hanya tetanospasmin yang berakibat fatal bagi jiwa manusia.

Bagaimana tetanospasmin bekerja?

Sesaat setelah diproduksi, racun tetanospasmin akan masuk ke aliran darah dan aliran getah bening, lalu mengalir ke seluruh tubuh. Ketika sampai di ujung saraf, racun ini akan merusak salah satu bagian yang mengatur proses relaksasi otot. Akibatnya, otot akan selalu kontraksi. Fenomena kontraksi tanpa relaksasi tampak sebagai kejang otot.

Sekali racun tetanospasmin menduduki ujung saraf, maka ia tak akan terlepas lagi. Itulah sebabnya efek racun ini sangat sulit diobati. Satu-satunya jalan untuk menghilangkan efeknya adalah menunggu tumbuhnya ujung saraf baru yang mengganti peran ujung saraf yang telah rusak. Masalahnya, pembentukan ujung saraf baru membutuhkan waktu sekitar 6 sampai 8 minggu. Cukup lama.

Selama fase menunggu, kondisi pasien harus dijaga. Jika tidak, maka dapat terjadi kematian.

Lho kan hanya kejang otot, koq bisa berujung pada kematian?

Kalo yang kejang hanya otot kaki atau otot tangan, mungkin tidak masalah. Tetapi pada kasus tetanus, otot pernapasan ikut kejang. Coba bayangkan jika paru-paru tidak mengembang beberapa menit saja. Tentunya tubuh akan kekurangan oksigen yang diikuti dengan kerusakan organ-organ tubuh.

Oleh karena itu, pada fase menunggu sistem pernapasan sangat dijaga. Umumnya pasien dipasangi alat bantu napas otomatis atau ventilator.

Jika pasien dapat melewati fase kritis, biasanya akan sembuh dengan baik.

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar:

BACA JUGA

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.