Sabtu, 19 Desember 2015

Pengobatan Usus Buntu Tanpa Operasi, Bisakah?

Usus buntu yang dimaksud disini adalah penyakit peradangan usus buntu atau appendisitis.

Usus buntu, yang kerap disebut umbai cacing atau appendiks, adalah organ kecil berbentuk seperti ibu jari, menempel pada usus besar. Apa fungsi sebenarnya, sampai saat ini belum diketahui pasti.

Kadang-kadang, usus buntu mengalami infeksi dan peradangan, dimana terdapat keterlibatan bakteri di dalam proses tersebut.

Apa tanda kalau usus buntu meradang?

Jika terjadi peradangan, maka timbul beberapa tanda berikut:
  1. Nyeri tumpul di sekitar pusat, beberapa waktu kemudian nyeri bertambah berat dan lokasi nyeri bergeser ke kanan bawah.
  2. Nyeri bertambah saat batuk, berjalan, atau aktifitas lainnya yang menekan usus buntu.
  3. Badan demam, dari ringan sampai berat.
  4. Mual muntah dan nafsu makan hilang.
  5. Bisa diare, bisa tidak buang air besar.
  6. Perut kembung

Tanda-tanda tersebut bisa berbeda kadarnya setiap orang, tergantung dari berat ringannya penyakit usus buntu yang diderita.

Kembali ke judul artikel “Pengobatan usus buntu tanpa operasi, bisakah?”, jawabnya, bisa saja.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pemberian antibiotik dengan dosis cukup dapat menyembuhkan usus buntu tanpa operasi. Syaratnya, radang usus buntunya ringan dan belum terjadi robekan pada dinding usus buntu.

Jika sudah terjadi robekan, maka tinja akan mencemari rongga perut. Kondisi ini sangat berbahaya, karena rongga perut akan mengalami infeksi hebat. Jika rongga perut tidak dibersihkan segera melalui operasi besar, maka jiwa penderita akan terancam.

Perlu diketahui, bahwa usus buntu yang sembuh hanya dengan pemberian antibiotik, sebagiannya akan kambuh kembali setelah beberapa bulan atau tahun. Jika hal ini terjadi, maka pilihan terbaiknya adalah operasi.

Keputusan mengenai apakah usus buntu dioperasi atau tidak, sebaiknya didiskusikan antara pasien dan dokter. Tentunya dengan menimbang riwayat penyakit, hasil pemeriksaan fisik, dan hasil pemeriksaan penunjang.

Sebagai tambahan, karena di Indonesia marak pengobatan diri sendiri dengan antibiotik yang dibeli secara ilegal di apotik atau tempat lainnya, maka sebaiknya hal ini tidak dilakukan pada kasus peradangan usus buntu. Takutnya, pengobatannya di bawah dosis, sehingga usus buntu semakin parah.

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar:

BACA JUGA

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.