Jumat, 18 Desember 2015

Inilah Arti mmHg Pada Pengukuran Tekanan Darah

Hampir semua kita sudah pernah menjalani pemeriksaan medis yang satu ini: “pengukuran tekanan darah”. Pemeriksaan ini termasuk pemeriksaan rutin ketika kita berobat baik ke dokter, bidan, puskesmas, rumah sakit, klinik, dan pusat layanan kesehatan lainnya.

Alasan mengapa rutin dilakukan tampaknya berhubungan dengan sifat pemeriksaan tekanan darah, yaitu mudah dilakukan dan tidak membuat sakit yang diperiksa.

Coba Bapak Ibu ingat-ingat, berapa hasil pemeriksaan waktu itu?

Rata-rata ada di angka normal yaitu 120/80. Satuannya adalah mmHg, cara bacanya milimeter air raksa. Ya, Hg merupakan kependekan dari kata latin Hydrargyrum, yang artinya air atau cairan perak. Sehari-hari disebut sebagai air raksa.

Arti mmHg adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan tekanan. Di dunia medis, mmHg umumnya dipakai untuk menyatakan satuan tekanan darah.

Pada pemeriksaan di atas, hasil lengkapnya adalah 120/80 mmHg. Artinya, tekanan darah saat jantung memompa sebesar 120 mmHg dan tekanan darah ketika jantung istirahat di antara dua pompaan adalah 80 mmHg.

Walaupun saat ini tensimeter dengan pengukur air raksa sudah jarang digunakan, malah sudah secara resmi dilarang di dunia internasional, tapi tekanan darah tetap dinyatakan dalam mmHg. Meskipun pemeriksaan dilakukan dengan tensimeter aneroid menggunakan jarum atau tensimeter digital.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa tensi air raksa dilarang?

Karena tensimeter yang sudah digunakan lagi air raksanya seringkali tercecer kemana-mana dan mencemari lingkungan.

Demikian, semoga bermanfaat.

Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar:

BACA JUGA

    Disclaimer

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.