Sabtu, 10 Desember 2016

Cara Penularan Penyakit Chikungunya

Penyakit chikungunya memang kurang berbahaya dibanding penyakit dengue. Tetapi, tetap saja penyakit tersebut cukup menyiksa penderitanya.

Derita yang muncul berupa demam, sakit kepala, dan nyeri sendi. Nyeri sendi ini yang paling dominan. Baik dari segi beratnya maupun lamanya. Bahkan ada penderita yang merasa seolah-olah lumpuh.

Menarik untuk mengetahui bagaimana penyakit chikungunya menular.

Cara penularan penyakit chikungunya hampir sama dengan penyakit dengue atau demam berdarah.

Mula-mula ada penderita chikungunya. Tentu saja di dalam darahnya mengalir virus chikungunya. Lalu datang nyamuk Aedes menghisap darah penderita tersebut. Tak hanya darah yang terhisap ke dalam tubuh nyamuk, tapi juga virus.

Virus yang sudah berada dalam tubuh nyamuk akan berkembang biak dan masuk ke dalam kelenjar ludah.

Nah, ketika nyamuk menggigit orang lain yang sehat, virus yang ada di kelanjar ludahnya akan masuk ke dalam tubuh orang tersebut.

Virus lantas berkembang biak. Orang yang semula sehat akan menjadi sakit. Tak hanya itu, orang tersebut akan menjadi sumber penular baru bagi orang sehat lainnya.

Jadi kesimpulan kita adalah, penularan penyakit chikungunya terjadi melalui perantaraan nyamuk Aedes, dari orang sakit ke orang sehat.



Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

BACA JUGA

    DISCLAIMER

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.