Sabtu, 18 Maret 2017

Janin Terlihat di USG Pada Usia Berapa Minggu?

Bagi kaum ibu, begitu hasil test pack diketahui positif, ada saja yang penasaran. Mereka ingin segera melihat janin yang dikandungnya. Untungnya teknologi yang ada saat ini sudah mendukung, dan yang paling penting, biayanya terjangkau.

Teknologi dimaksud adalah pemeriksaan USG, singkatan dari ultrasonografi.

Sederhananya, alat USG akan mengambil foto janin yang ada dalam kandungan. Tentu saja teknologi ini tidak menggunakan HP berkamera yang dikirim ke dalam sana untuk digunakan janin berselfie ria. Pun bukan drone yang canggih yang dapat melayang kemana saja.

Alat USG tetap berada di luar tubuh. Alat ini hanya mengirimkan gelombang suara ke dalam tubuh ibu, lalu menerima kembali pantulan gelombang tersebut. Gelombang-gelombang yang lalu lalang dikumpulkan lalu diolah oleh komputer dan ditampilkan menjadi gambar dalam layar monitor.

Karena hanya gelombang suara, maka pemeriksaan USG relatif aman bagi bayi, juga ibu.

Lalu muncul pertanyaan, kapan janin terlihat di USG? Pada usia berapa minggu?

Hal yang menentukan terlihat atau tidaknya janin di dalam sana adalah ukuran janin. Jika ukurannya masih sangat kecil, misalnya seminggu setelah pembuahan, maka kecil kemungkinan USG dapat ‘melihatnya’.

Janin biasanya baru dapat terdeteksi setelah usia kehamilan 6 atau 7 minggu, dihitung dari HPHT. Ini kalau menggunakan USG biasa yang pemancarnya diletakkan di perut.

Berbeda halnya jika menggunakan USG yang pemancarnya dimasukkan ke dalam miss V. Pada USG jenis ini bayi dapat dilihat lebih cepat, sekitar usia 4 minggu. Meskipun cepat dan akurat, tapi biayanya lebih mahal dan sebagian ibu risih karenanya.

Pada awal kehamilan, gambaran janin hanya berupa kantong kecil. Anggota tubuh belum ada.

Tetapi jika USG dilakukan pada minggu ke-12 dan seterusnya, kepala, tangan, kaki, dan beberapa anggota tubuh lainnya dapat terlihat.

Bagaimana jika mau tau si janin cowok atau cewek?

Harus lebih bersabar. Jika beruntung, dapat terlihat pada minggu ke-16. Tapi hati-hati, pada sebagian kecil kasus dokter mungkin saja keliru melihat jenis kelamin janin. Bisa jadi karena posisi itunya tertutup bagian tubuh lainnya.

Idealnya, USG dilakukan setelah organ tubuh janin terbentuk sempurna. Kecuali jika ada indikasi medis yang mengharuskan USG dilakukan lebih dini.




Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

BACA JUGA

    DISCLAIMER

    Semua tulisan yang ada dalam blog BLOG-DOKTER hanya bertujuan untuk edukasi dan informasi semata. Baca DISCLAIMER selengkapnya.